السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Terkadang dan
sering kita sholat mikirin kerjaan, mikirin teman, mikirin instagram dan
lain-lain.
Para ulama selalu menekankan agar kita mengerjakan
shalat dengan khusu’. Apakah yang dimaksud dengan khusu’ itu? Dan apa pula
manfaatnya?
Khusu’ dalam shalat merupakan perkara yang sangat
penting, sebab hal itu merupakan tujuan utama dari shalat yang kita kerjakan.
Sesuai dengan firman Allah ﷻ:
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Tunaikanlah shalat untuk mengingat-Ku. (QS Thaha:
14)
Dalam istilah ahli hakikat, khusu’ adalah patuh pada
kebenaran. Ada yang mengatakan bahwa khusu’ adalah rasa takut yang terus
menerus ada di dalam hati (Kitab At-Ta’rifat, 98).
Lebih jelas lagi, Syeikh ’Ala’udin Ali bin Muhammad
bin Ibrahim al-Baghdadi mengatakan, khusu’ dalam shalat adalah menyatukan
konsentrasi dan berpaling dari selain Allah serta merenungkan segala yang
diucapkannya, baik berupa bacaan Al-Qur’an maupun dzikir. (Tafsir Al-Khazin,
juz V, hal 32)
Jadi khusu’ merupakan kondisi di mana seseorang
melakukan shalat dengan memenuhi segala syarat, rukun dan sunnah shalat, serta
dilakukan dengan tenang, penuh konsentrasi, meresapi dan menghayati ayat juga
semua dzikir yang dibaca dalam shalat. (www.nu.or.id)
Dibawah ini ana akan share Tips Sholat Khusyuk Dari
Habib Umar Bin Hafidz
Ya beliau adalah ulama dari tarim yang menjadi rujukan
ulama dunia yang selalu ditunggu fatwa-fatwanya …
1. (Hudurul Qolb) Hadirnya hati.
Hadirnya hati
harus di latih terus-menerus, bila hati kemana-mana paksa untuk kembali lagi,
Insya Allah, hati akan terbiasa hudhur.
2. (Tafahhumul Ma’ani) Memahami arti
atas apa yang
kita katakan dan kita sedang lakukan.
3. (Al ijlal watta’dzhim ) Adanya rasa mengagungkan dan
memulyakan kepada Allah ﷻ
Terkadang kita
hadir hati, mengetahui arti, tapi tanpa pengagungan hal ini seperti seseorang
yang memahami perkataan anak kecil yaitu tidak terlalu menghiraukannya.
4. (Al ijlal watta’dzhim ma’al Haibah) Hendaknya rasa
memulyakan dan pengagungan tadi di iringi dengan rasa haibah (kewibawaan).
Haibah: Rasa
takut yang timbul karena rasa mengagungkan. Takut sholat kita tidak di terima
oleh Allah ﷻ.
5. (ar-Roja’) Kuatnya harapan bahwa sholat kita di terima
oleh Allah ﷻ
juga menjadi
sebab dekatnya kita pada Allah ﷻ serta mengharapkan mendapat balasan yang agung.
.
6. (Haya’) Adanya rasa malu
bahwasannya kita
tidak menunaikan hak Allah ﷻ dengan semestinya.
Kemudian Habib Umar
mengatakan:
“Jika enam kriteria ini
terdapat padamu, maka sholatmu bisa di katakan sholat yang khusyu’.” .
Mudah-mudahan Allah ﷻ menjadikan kita
termasuk orang-orang yang khusyu’ dalam sholat. Aamiin yaa Allah (dari telegram Majelis Ahlulbayt)
Menurut Teman Saya kang
usrip sugita sekaligus guru ngaji
saya (beliau teman sekolah saya tapi ilmunya Masya Allah semoga Allah ﷻ ridho kepadanya …
Beliau bilang “ khusu menurut syariat
memang tidak disyaratkan,
tapi dalam surat al-maun ayat 4-5
Allah ﷻ berfirman,
فويل للمصلين الذبن هم عن صلاتهم ساهون
Celaka lah bagi orang orang yang
sholat, yaitu yang lalai dalam sholatnya. Lalai dalam sholat itu sholat akan tetapi
hatinya tidak khusu.
Konsep ibadah itu adalah ihsan. Yaitu
kita beribadah seolah olah kita melihat Allah ﷻ,
walaupun kita tidak melihat Allah ﷻ maka yakinlah Allah ﷻ itu melihat kita.
اللَّهُ أَعْلَمُ
Allah Maha Mengetahui


Tidak ada komentar:
Posting Komentar